Aktadumanews.com, Atambua– Loka POM Kabupaten Belu, Ferdian Dwi Armanto, S.Farm., Apt, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan perempuan, khususnya dalam pencegahan kanker serviks melakukan kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).
Ferdian Armanto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi tersebut setelah sempat mengalami penundaan akibat kendala teknis pengiriman vaksin. Awalnya, kegiatan dijadwalkan pada 12 Februari 2026, namun akhirnya dapat dilaksanakan pada Selasa (03/032026).
“Puji Tuhan kendala teknis dapat diselesaikan dengan baik, sehingga vaksinasi HPV hari ini dapat berjalan,” ujarnya.
Ia melaporkan bahwa kegiatan vaksinasi diikuti oleh 110 peserta dan akan diberikan dalam tiga dosis. Harga vaksin per dosis sebesar Rp290 ribu, jauh lebih terjangkau dibandingkan harga normal yang mencapai sekitar Rp1 juta per dosis.
Ferdian Armanto menegaskan bahwa Loka POM Kabupaten Belu tidak mengambil keuntungan ekonomi dalam kegiatan ini. Peran Loka POM sebatas memfasilitasi tempat, tenaga kesehatan, serta membantu koordinasi peserta vaksinasi.
“Kegiatan ini murni bentuk kepedulian dan komitmen kami dalam melindungi masyarakat, khususnya kaum perempuan, dari ancaman kanker serviks akibat infeksi HPV,” jelasnya.
Selain vaksinasi HPV, rangkaian kegiatan HUT BPOM ke-25 di Kabupaten Belu juga telah diisi dengan donor darah pada 26 Januari 2026 bekerja sama dengan RSUD setempat, yang berhasil mengumpulkan sekitar 40 kantong darah.
Kegiatan lain berupa penanaman pohon serentak pada 30 Januari 2026, di mana Loka POM Belu telah menanam sekitar 600 bibit pohon dari target 5.000 pohon dalam kurun dua tahun.
Ferdian Armanto menekankan bahwa pengawasan obat dan makanan tidak hanya dilakukan melalui pengendalian produk, tetapi juga melalui edukasi dan perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pusat serta Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang telah mendukung pelaksanaan vaksinasi ini.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk memperluas cakupan perlindungan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi semakin meningkat. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya. ***


