Aktadumanews.com, Atambua- Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Godlief Fredrik Neonufa, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Belu sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Belu.
Hal ini disampaikannya usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Belu di Kantor Bupati Belu, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, sebelumnya telah banyak kegiatan yang dilakukan, mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang kini disebut Kuliah Belajar Pendampingan Masyarakat (KBPM), hingga penerimaan siswa SMK Negeri 2 untuk kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) selama dua tahun berturut-turut.
“Saat ini juga sedang berjalan riset antar negara di garis batas Indonesia-Timor Leste yang lokusnya berada di Kabupaten Belu dan Malaka. Riset ini telah dilakukan sejak tahun 2023 bekerja sama dengan pihak Swedia dan Universitas Timor Loro Sae,” ujar Rektor.
Dengan adanya MoU ini, kedepan akan dilakukan pengembangan di berbagai bidang, terutama pendidikan dan ekonomi perdagangan di wilayah perbatasan.
Unkris Arta Wacana Kupang saat ini telah memiliki izin penyelenggaraan Program Studi Logistik Perdagangan Internasional, yang merupakan satu-satunya di Indonesia bagian timur, mulai dari Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
“Program ini bertujuan untuk menguasai perdagangan internasional ekspor-impor yang nantinya difokuskan di Kabupaten Belu. Selain itu, kami juga memiliki Program Studi Perpajakan, dan dalam waktu dekat akan membuka Program Studi Pengelolaan Data Keimigrasian, Magister Hukum, serta Cyber Security yang semuanya belum ada di wilayah timur Indonesia selain di Artha Wacana,” jelasnya.
Rektor berharap Pemerintah Kabupaten Belu dapat mendorong dan memotivasi anak-anak SMA untuk mengambil bagian dalam program-program studi tersebut.


